SMK Negeri 2 Tuban

Jl. Prof. Moh. Yamin, SH 106 Tuban

BRAVE FOR SUCCESS

Sosialisasi Program Tefa

Minggu, 07 Oktober 2018 ~ Oleh adminweb ~ Dilihat 50 Kali

Pentingnya penyediaan sumberdaya manusia (SDM) yang terampil diwujudkan pemerintah melalui kebijakan peningkatan mutu pendidikan kejuruan yang memberi perhatian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengembangan SMK saat ini mulai bergerak dari orientasi pasar tenaga kerja lokal kepada pasar tenaga kerja ASEAN menyambut masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), serta mempersiapkan para lulusan dengan pembekalan karakter kewirausahaan (entrepreneurship). Penerapan teaching factory di SMK merupakan wujud dari salah satu upaya Direktorat Pembinaan SMK untuk lebih mempererat kerjasama atau sinergi antara SMK dengan industri.

Menurut Kuswantoro (2014), teaching factory menjadi konsep pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diberikan sekolah dan kebutuhan industri. Teaching factory merupakan pengembangan dari unit produksi yakni penerapan sistem industri mitra di unit produksi yang telah ada di SMK. Unit produksi adalah pengembangan bidang usaha sekolah selain untuk menambah penghasilan sekolah yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan peralatan, peningkatan SDM, dll juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya. Penerapan unit produksi sendiri memiliki landasan hukum yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 pasal 29 ayat 2 yaitu “Untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah kejuruan menjadi tenaga kerja, pada sekolah menengah kejuruan dapat didirikan unit produksi yang beroperasi secara profesional.”

Pembelajaran melalui teaching factory bertujuan untuk menumbuh-kembangkan karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, kepemimpinan, dan lain-lain) yang dibutuhkan DU/DI serta meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dari sekedar membekali kompetensi (competency based training) menuju ke pembelajaran yang membekali kemampuan memproduksi barang/jasa (production based training).

Pembelajaran Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.

SMK Negeri 2 Tuban, merupakan salah satu SMK Negeri yang memperoleh bantuan pemerintah dalam pengembangan TEFA. adapun jurusan yang dikembangkan yaitu jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran. adapun kegiatan awal dalam persiapan TEFA yaitu, adanya kegiatan workshop yang nara sumber oleh BAPAK FAKHRUDIN, S.Pd. dari SMK WISUDHA KARYA KUDUS. adapun pelaksanaan workshop yaitu mulai hari senin-rabu, tanggal 27 s/d 29 Agustus 2018. adapun peserta pelaksanaan workshop yaitu semua guru dan karyawan pada hari pertama, dan guru-guru produktif.

susunan acara workshop (sosialisasi dan pendampingan) TEFA yaitu

  1. Pembukaan
  2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 
  3. sambutan Bpk. Drs. Mujiono, M.Pd. selaku Kepala SMK Negeri 2 Tuban
  4. Sambutan dan pengarahan dari Cabdin Kab. Tuban
  5. pengarahan dari Bapak FAKHRUDIN, S.Pd
  6. Penutup dan doa

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. MUJIONO, M.Pd

Assalamu'alaikum wr.wb Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah ini…

Selengkapnya

KATEGORI

JAJAK PENDAPAT

Apakah Website ini bagus?

LIHAT HASIL